Yakin anda bisa melakukan bermacam-macam pekerjaan dalam satu waktu? Jangan terlalu yakin dulu. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang merasa hebat dalam melakukan multitasking (melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu) sebenarnya justru yang paling buruk dalam melakukannya.
"Yang paling harus diwaspadai adalah ketika orang mulai berpikir bahwa mereka bisa melakukan multitasking dengan baik ketika mereka menyetir sambil mengobrol di telepon," ungkap profesor David Sanbomatsu, psikolog senior di University of Utah, seperti dilansir oleh NY Daily Mail (28/01).
Menelepon sambil menyetir adalah salah satu bentuk multitasking yang salah dan harus dihindari. Peneliti juga menjelaskan bahwa melatih diri untuk mahir multitasking justru tidak membantu.
"Orang yang semakin sering melakukan multitasking sebenarnya semakin buruk ketika melakukannya," tambah David Strayer, sesama profesor di University of Utah.
Hal ini diketahui peneliti setelah mengamati kemampuan 310 mahasiswa untuk melakukan multitasking. Mereka diminta untuk mengingat huruf sambil mengerjakan soal artimatika dasar. Mahasiswa yang menilai diri mereka mahir multitasking justru tidak berhasil melakukan tantangan itu dengan baik.
Dari penelitian tersebut diketahui 70 persen mahasiswa mengaku mereka mahir dalam multitasking. Sementara hasilnya hanya 25 persen mahasiswa saja yang berhasil lolos ujian multitasking. Partisipan yang lolos diketahui justru jarang melakukan mutlitasking dan hanya sekali-sekali melakukannya.
Strayer mengungkapkan bahwa orang yang sering melakukan multitasking biasanya lebih impulsif, tukang cari sensasi, terlalu percaya diri terhadap kemampuan mereka, sehingga kemampuan mereka justru lebih rendah.
Posting Komentar